Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Bahaya Dari Daging Merah

Written By Kompdub on Sabtu, 10 Maret 2012 | 23.26

Bahaya Dari Daging Merah  Konsumsi daging merah terlalu banyak meningkatkan risiko kematian karena berbagai sebab, termasuk kanker. Sebaliknya, konsumsi daging putih lebih banyak justru mengurangi risiko kematian.

Riset bersama sejak 1995 oleh National Institutes of Health (NIH) dan kelompok peneliti lainnya memantau 500.000 lebih lelaki dan perempuan usia 50-71 tahun yang mengisi daftar pertanyaan terkait seberapa sering mereka mengonsumsi daging merah dan daging olahan sebanyak daging putih seperti ayam.

Dalam periode penelitian itu, 47.976 pria dan 23.276 wanita meninggal. Seperlima dari pria dan wanita yang terbanyak makan daging merah—62,5 gram per 1.000 kalori per hari—memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada satu per lima dari mereka yang mengonsumsi paling sedikit —9,8 gram per 1.000 kalori per hari. Hal serupa terlihat pada mereka yang mengonsumsi daging olahan.

Mereka yang terbanyak makan daging putih memiliki tingkat risiko kematian lebih rendah daripada yang paling sedikit makan daging putih. ”Dari total jumlah kematian, 11 persen kematian pada pria dan 16 persen pada perempuan bisa dicegah jika mengurangi konsumsi daging merah hingga level kelompok paling sedikit mengonsumsi jenis daging itu,” kata Rashmi Sinha dari Lembaga Kanker Nasional NIH.

Dia menjelaskan, kematian karena penyakit kardiovaskular pada pria turun 11 persen dan pada perempuan turun 21 persen jika konsumsi daging merah dikurangi hingga level konsumsi sama dengan seperlima dari konsumsi paling sedikit daging merah.

Bahan kimia penyebab kanker diketahui terbentuk selama proses memasak daging pada suhu tinggi dan daging merupakan sumber utama lemak yang sulit diserap tubuh yang terkait dengan kanker. Tingkat konsumsi daging lebih rendah juga terkait dengan berkurangnya faktor risiko penyakit jantung, kolesterol, dan tekanan darah lebih rendah.

Studi terbaru di Amerika Serikat menemukan, satu dari 10 orang berusaha mengurangi konsumsi daging olahan seperti daging babi asap yang dilaporkan terkait kanker. Ahli nutrisi dari Universitas Monash, Australia, Dr Mark Wahlqvist, menjelaskan, konsumsi daging merah 30 gram per hari memenuhi kebutuhan nutrisi penting.

Ed Young dari lembaga nirlaba Riset Kanker AS menyatakan, dua studi besar mengaitkan makan banyak daging merah atau daging olahan dengan beberapa jenis kanker.
23.26 | 0 komentar | Read More

Daging Sapi Olahan Sehat

Daging sapi Olahan Sehat Daging sapi olahan Sehat Daging sapi dapat diolah menjadi berbagai masakan, baik yang bersifat tradisional (seperti empal, semur, sate, rawon, atau dendeng) maupun dalam bentuk olahan modern (seperti bistik, kornet, sosis, daging asap, bakso, dan lain-lain).

Selain sebagai sumber protein hewani yang sangat penting bagi tubuh, daging juga mengandung sejumlah asam lemak jenuh dan kolesterol, sehingga bila dikonsumsi berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Konsumsi daging merah sebaiknya diimbangi daging putih yang berasal dari unggas (ayam atau bebek) dan ikan. Lebih baik lagi kalau dapat memilih ikan laut yang dimasak dengan cara dipanggang, dipepes, dikukus, ditim, atau direbus, bukan yang digoreng.

Perhatian khusus harus ditujukan pada jeroan. Jeroan adalah organ dalam tubuh hewan yang sudah dijagal kecuali daging utama, otot, dan tulang. Jeroan dapat berupa: hati, jantung, ginjal, babat, usus, lidah, dan otak.

Hati merupakan organ utama tubuh bagian dalam dari hewan. Senyawa beracun lebih banyak ditemui di hati daripada bagian tubuh lain karena hati merupakan pusat netralisasi racun di dalam sistem pencernaan.

Karena itu, bila ingin mengonsumsi hati, sebaiknya mencucinya berulang kali hingga bersih dan merebusnya hingga matang, kemudian baru mengolahnya sesuai keinginan. Hal tersebut sangat penting untuk mengurangi bahaya yang ditimbulkan.

Otak merupakan jenis jeroan yang paling digemari. Otak memiliki tekstur lembut dan berwarna putih keabu-abuan. Umumnya otak sapi dan kambinglah yang sering diolah, terutama menjadi gulai. Waspadalah terhadap kandungan kolesterol yang tinggi dalam otak.
23.25 | 0 komentar | Read More

Awas Risiko Kanker Mengintai

Awas Risiko Kanker Mengintai Daging merah dan kanker diibaratkan bagai sahabat karib. Berbagai literatur menyatakan bahaya makan terlalu banyak daging merah. Salah satunya adalah menimbulkan kanker. Tapi bagaimana daging merah bisa sampai menyebabkan kanker?

Anjuran kesehatan yang mengatakan daging menyebabkan kanker berasal dari kesimpulan beberapa penelitian terhadap populasi orang Eropa di tahun 1990-an. Studi menunjukkan, orang yang sering makan daging lebih banyak yang terkena kanker dibanding dengan orang yang vegetarian.

Sejak saat itu, berbagai penelitian terus dilanjutkan untuk mengetahui lebih jauh dampak daging bagi kesehatan. Ada beberapa hipotesis mengenai hal ini, di antaranya daging mengurangi serat, antioksidan dan nutrisi penting lain yang terbukti efektif menangkal sel kanker.

Selain itu daging merah mengandung banyak lemak dan hormon yang sering ditambahkan pada produk ternak, hal ini akan meningkatkan hormon penyebab kanker, seperti kanker payudara atau kanker prostat. Daging juga tinggi protein, padahal protein akan memecah amonia yang bersifat karsinogenik pada manusia.

Daging yang dimasak dalam suhu tinggi juga bisa menimbulkan senyawa kimia penyebab kanker (karsinogenik) seperti hetercycil amines (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH). Studi pada tikus percobaan menunjukkan senyawa ini bersifat karsinogenik.

Jenis daging
Berbagai literatur menyebutkan daging merah meningkatkan risiko kanker. Daging yang perlu diwaspadai antara lain daging sapi, domba, kambing, babi, serta daging yang sudah diproses.

Selain jenis daging, perlu diperhatikan pula proses memasaknya. Daging yang diolah dalam temperatur sangat tinggi, baik digoreng atau dipanggang akan memproduksi HCA dalam jumlah besar. Pemasakan dalam waktu lama, seperti memasak steak, juga bisa menimbulkan senyawa karsinogenik.

Untuk mengurangi risiko kanker, para ahli menyarankan untuk mengganti konsumsi daging merah dengan daging putih. Alternatif lain adalah memilih daging organik atau daging yang berasal dari hewan yang dikembangbiakan tanpa pemberian zat antibiotik atau hormon.
23.23 | 0 komentar | Read More

Penyakit Menyebabkan Kematian

Penyakit Menyebabkan Kematian Kanker saat ini termasuk dalam lima besar penyebab kematian. Karena itu penyakit kanker ini perlu mendapatkan perhatian yang serius. Yang menjadi masalah di Indonesia, pengobatan kanker masih sangat mahal, begitu pula harga obatnya.

”Karena mahalnya harga obat kanker ini, orang menjadi enggan ke dokter, dan pergi mencari pengobatan alternatif,” kata Ketua Umum Cancer Information and Support Center (CISC), Aryanthi Baramuli saat membuka acara ”2008 Cancer Survivor Gathering” di auditorium RS Kanker Dharmais Jakarta

Hasil penelitian Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa jumlah penderita kanker meningkat tajam, terutama di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Kanker perlu mendapatkan perhatian lebih, bukan hanya terapi medis tetapi kondisi psikososial, semangat dan optimisme penderita harus prima.

Pasien kanker, survivors dan keluarga perlu memaknai setiap fase kehidupan secara positif dengan kegembiraan dan harapan. Pemenuhan kebutuhan psikis dan sosial diyakini dapat meningkatkan optimisme dan semangat penderita yang pada akhirnya dapat membantu keberhasilan proses pengobatan.

Berkumpul dan bersosialisasi dengan sesama penderita, survivors dan keluarga dapat menjadi sarana efektif untuk membuat mereka lebih nyaman, merasa tidak sendiri, saling menularkan perasaan dan pikiran positif, saling menyemangati, dan memiliki harapan lebih baik serta keikhlasan untuk menerima keadaan dan menjalaninya sebaik mungkin.
23.21 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger